Pemkot Cilegon Buka Seleksi Pimpinan Baznas, 10 Kandidat Bakal Disaring

Cilegon,- Matamedianews.co.id,- Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana akan membuka seleksi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon periode 2027-2032.

Ketua Tim Pansel seleksi Baznas Cilegon, Aziz Setia Ade Putra mengatakan, mengatakan panitia seleksi (pansel) telah melakukan rapat persiapan untuk menentukan mekanisme, jadwal hingga dokumen pendaftaran calon pimpinan BAZNAS.

Pansel tersebut terdiri dari tiga orang, yakni dirinya sebagai ketua, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon, serta akademisi Doktor Syaeful Bahri.

“Pansel sendiri ada tiga saya sendiri sebagai Ketua, Kepala Kemenag Cilegon, dari Akademisi Syaeful Bahri,” kata Ahmad Aziz.

Kata dia, proses pendaftaran akan dilakukan secara digital melalui aplikasi yang akan dikoordinasikan dengan Kementerian Agama.

“Untuk pendaftaran kita melalui aplikasi yang akan kita kordinasi dengan Kementerian Agama, semua berbasis digital,” ujarnya.

Berbeda dengan proses seleksi sebelumnya, kali ini peserta akan menjalani CAT. Selain itu, terdapat seleksi administrasi, pembuatan makalah dan wawancara.

Ahmad Aziz menjelaskan, penerapan CAT tersebut merupakan bagian dari ketentuan dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 10. Tahun sebelumnya, tahapan CAT belum diterapkan dalam seleksi pimpinan BAZNAS Cilegon.

“Yang menarik dari pansel yang lain, ada cat. Tahun kemarin ga ada CAT. Akan dilaksanakan di MAN 2,” katanya.

Sementara itu, salah satu tim panitia seleksi pimpinan Baznas, Syaeful Bahri mengungkapkan, Pemerintah Kota Cilegon mulai menyiapkan proses seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon periode 2027-2032.

Seleksi kali ini dipastikan lebih ketat karena calon peserta akan menghadapi sejumlah tahapan, termasuk Computer Assisted Test (CAT), penyusunan makalah hingga wawancara.

Menurutnya, MAN 2 Cilegon dipilih karena memiliki fasilitas laboratorium komputer yang dinilai memadai untuk pelaksanaan CAT. Peserta juga diwajibkan membuat makalah. Bahkan, proses penilaian makalah dan wawancara akan dilakukan secara bersama oleh seluruh anggota pansel.

“Kenapa pake cat? Karena peraturan dari mentri agama nomor 10 harus ada cat, harus penulisan makalah kalau 5 tahun yang lalu, pimpinan Baznas tidak ada seleksi, makalah. Dan ini harus ada seleksi makalah dan seleksi wawancara harus sama kita bertiga (pansel-red),” katanya.

Dari seluruh peserta yang mengikuti rangkaian seleksi, pansel nantinya akan menetapkan 10 kandidat untuk diteruskan ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia.

“Yang membedakan lagi? Setelah itu harus 10. Pansel harus melahirkan 10 kandidat. Dari 10 kandidat ini baru nanti diserahkan ke Baznas RI untuk dilakukan uji publik oleh Baznas RI,” ujarnya.

Setelah mendapatkan rekomendasi dari BAZNAS RI, barulah lima orang pimpinan BAZNAS Kota Cilegon ditetapkan oleh Wali Kota Cilegon untuk masa jabatan 2027-2032.

“Dari 10 orang ini nanti akan diusulkan ke pak Wali, kemudian diusulkan ke BAZNAS pusat untuk mendapatkan rekomendasi dari pusat setelah itu baru ditetapkan oleh Walikota sebanyak lima orang pimpinan BAZNAS periode 2027-2032,” jelas Syaeful.

Pemkot Cilegon berencana mengumumkan pembukaan seleksi sekaligus pendaftaran pada 19 Oktober 2026, masa pendaftaran dijadwalkan berlangsung hingga 3 November 2026. Seleksi dilakukan lebih awal karena masa jabatan pimpinan BAZNAS Cilegon saat ini akan segera berakhir.

Ia menyebut masa kepepimpinan BAZNAS Cilegon saat ini, Gozali, akan berakhir pada 15 Maret 2027. Sementara pelantikan pimpinan baru dijadwalkan pada 16 Maret 2027. “Kenapa buka sekarang? Karena jadwal tahapan panjang,” jelasnya.

Ia menjelaskan, regulasi mengharuskan proses seleksi dilakukan lima bulan sebelum masa jabatan pimpinan BAZNAS berakhir untuk memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan.

“Peraturan mentri agama harus melakukan seleksi 5 bulan sebelum jabatan habis agar tidak ada kekosongan,” ujarnya.

Menurutnya, panjangnya proses tersebut juga disebabkan banyaknya tahapan yang harus dilalui. Setidaknya terdapat 19 tahapan hingga proses penetapan pimpinan BAZNAS baru.

“Karena tahapan panjang. Ada 19 tahapan. Yang membuat tahapan panjang ada uji publik dari Baznas RI sehingga waktunya panjang,” katanya.

Terkait sosok yang dicari, Pemkot Cilegon menginginkan calon pimpinan BAZNAS yang mampu membangun kerja sama dan sinergi dengan pemerintah daerah.

“Pertama bisa bekerjasama dengan pemerintah Cilegon, karena BAZNAS selalu bersinergi dengan Kota Cilegon,” ungkapnya.

Menurutnya, sinergi tersebut selama ini telah berjalan cukup baik. BAZNAS juga dinilai memiliki peran penting dalam membantu masyarakat untuk kebutuhan yang tidak dapat dibiayai melalui APBD.

“Sampai saat ini cukup bagus kordinasi nya dan banyak permasalahan, kebutuhan yang tidak dibiayai APBD bisa dibantu BAZNAS,” ujarnya.

Untuk persyaratan dasar, calon peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), diutamakan memiliki KTP dan berdomisili di Cilegon, serta memiliki pendidikan paling rendah SMA.

Ia berharap pimpinan BAZNAS periode berikutnya mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian yang telah diraih selama ini. “Mudah mudahan calon pimpinan bisa meningkatkan apa yang sudah di raih sampai saat ini,” pungkasnya.