UMKM Perikanan Binaan Medco E&P Malaka di Aceh Timur Terus Tumbuh, Budidaya Lele Jadi Sumber Penghasilan Warga

ACEH TIMUR – Program pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor perikanan yang dijalankan PT Medco E&P Malaka di Wilayah Kerja (WK) Blok A, Kabupaten Aceh Timur, mulai menunjukkan hasil positif. Melalui budidaya ikan air tawar hingga pengolahan ikan khas Aceh, program ini menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen MedcoEnergi dalam mendukung penghidupan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar fasilitas operasional Central Processing Plant (CPP) Blok A.

Salah satu kegiatan yang dikembangkan adalah budidaya ikan lele di Desa Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur.

Budidaya Lele Berikan Peluang Ekonomi

Dalam program pembinaan tersebut, Medco E&P Malaka memberikan dukungan kepada keluarga binaan berupa kolam terpal, 1.000 ekor bibit lele, serta bantuan pakan untuk tiga bulan pertama.(30/10/2026).

Dukungan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memulai usaha budidaya ikan dengan memanfaatkan potensi ekonomi lokal.

Hasilnya mulai dirasakan oleh Sabirin (45), salah seorang pembudidaya lele binaan Medco E&P Malaka. Ia mengungkapkan bahwa satu kolam dapat menghasilkan sekitar 150 kilogram lele dalam satu kali panen dengan masa pemeliharaan kurang lebih tiga bulan.

Dengan harga jual ikan lele di Pasar Idi mencapai Rp25.000 per kilogram, hasil penjualan dari satu kolam dapat mencapai sekitar Rp3,75 juta setiap panen, sebelum dikurangi biaya operasional dan produksi.

“Alhamdulillah, satu kolam bisa panen 150 kilogram lele dalam tiga bulan. Harga jual di Pasar Idi Rp25.000 per kilogram, jadi satu kolam bisa dapat Rp3,7 juta. Sekarang saya punya empat kolam,” ujar Sabirin di hadapan Keuchik Blang Nisam.

Pengembangan jumlah kolam tersebut menunjukkan adanya upaya pembudidaya untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas peluang usaha.

Jika produktivitas dan harga jual tetap terjaga, budidaya lele berpotensi menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.

Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Pengembangan UMKM perikanan tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengelola usaha secara berkelanjutan.

Melalui pendampingan dan dukungan sarana usaha, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan keterampilan budidaya, menjaga kualitas hasil panen, serta memperluas akses pemasaran.

Keberadaan pasar lokal, seperti Pasar Idi, turut menjadi peluang bagi pembudidaya untuk memasarkan hasil panen dan memenuhi kebutuhan konsumen terhadap ikan air tawar.

Selain budidaya lele, program pembinaan perikanan Medco E&P Malaka juga mencakup pengembangan potensi perikanan dan pengolahan produk ikan khas Aceh yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Dengan pengembangan usaha dari sektor hulu hingga pengolahan, potensi perikanan di Aceh Timur diharapkan mampu membuka peluang usaha baru dan memperkuat ekonomi keluarga.

Program pemberdayaan masyarakat seperti ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara dunia usaha dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, sekaligus mendorong tumbuhnya UMKM yang produktif dan mandiri.

Ke depan, keberlanjutan program, pendampingan usaha, ketersediaan pakan, serta kepastian pasar menjadi faktor penting agar manfaat pembinaan dapat terus dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasi Blok A, Aceh Timur.(Mh)