TERHARU! Wakil Ketua Komisi III DPRK Aceh Timur Temukan Siswa Disabilitas di SMPN 1 Simpang Ulim Saat Jadi Pembina Upacara

Aceh Timur-Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur dari Fraksi Partai Demokrat, Abdul Muthalib, ST melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 1 Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Senin (2/11/2026).Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala SMPN 1 Simpang Ulim, Hasmah Zahara, S.Pd., M.M. di ruang kerja kepala sekolah.

Dalam kunjungannya, Abdul Muthalib berdialog langsung dengan pihak sekolah terkait kondisi sarana dan prasarana pendidikan, proses belajar mengajar, serta program pengembangan sekolah di masa mendatang.

Ia menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk terus mendukung kemajuan dunia pendidikan di Aceh Timur, khususnya di Kecamatan Simpang Ulim.

“Kunjungan ini sebagai bentuk kepedulian dan silaturahmi, sekaligus menyerap aspirasi langsung dari pihak sekolah. Pendidikan adalah kunci kemajuan daerah,” ujar Abdul Muthalib.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Simpang Ulim, Hasmah Zahara, S.Pd., M.M. menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan anggota dewan terhadap sekolahnya.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Abdul Muthalib. Semoga dukungan dari DPRK dapat membantu peningkatan mutu pendidikan di SMPN 1 Simpang Ulim,” ungkap Hasmah Zahara.

Pada kesempatan tersebut, Abdul Muthalib juga bertindak sebagai Pembina Upacara pada upacara rutin hari Senin di halaman sekolah.

Tak hanya itu, ia juga mengantarkan bantuan Traffic Cone (kerucut lalu lintas) dari Dinas Perhubungan untuk mendukung ketertiban dan keamanan di lingkungan sekolah.

Momen yang paling mengharukan, Abdul Muthalib juga bertemu langsung dengan anak-anak disabilitas yang bersekolah di SMPN 1 Simpang Ulim.

Ia mengaku terkejut dan terharu, tidak menyangka bahwa SMPN 1 Simpang Ulim dengan penuh ketulusan menerima dan membina anak-anak disabilitas untuk tetap mendapatkan pendidikan yang layak.

“Ini luar biasa. Sekolah ini inklusif dan patut menjadi contoh. Anak-anak disabilitas juga punya hak yang sama untuk mengenyam pendidikan,” tambahnya.

Kunjungan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara legislatif dan pihak sekolah dalam memajukan pendidikan di Aceh Timur.(Dd).