SAMKARYANUGRAHA DARI PRESIDEN RI, YONIF 10 MARINIR UKIR KEHORMATAN DALAM SEJARAH PENGABDIAN

TNI AL, Dispen Kormar, Batam (Brigif 4 Mar/BS). Kehormatan tertinggi kembali terukir dalam lembaran sejarah Korps Marinir. Bukan sekadar penghargaan, melainkan sebuah kehormatan yang lahir dari pengabdian, dedikasi, dan tanggung jawab kepada bangsa dan negara. Batalyon Infanteri 10 Marinir/Satria Bhumi Yudha (SBY) menerima Tanda Kehormatan Samkaryanugraha dari Presiden Republik Indonesia.

 

Penganugerahan yang penuh khidmat tersebut diterima langsung oleh Komandan Yonif 10 Marinir/SBY, Letkol Marinir Hariono, M.Tr.Opsla., mewakili seluruh keluarga besar Prajurit Petarung Malaka. Momen ini menjadi tonggak berharga dalam perjalanan pengabdian satuan yang bermarkas di Setokok, Batam tersebut kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Samkaryanugraha bukanlah sekadar simbol yang menghiasi perjalanan sebuah satuan. Tanda kehormatan ini memiliki makna yang sangat mendalam, sebagai pengakuan negara atas dharma bakti, integritas, dan komitmen sebuah kesatuan dalam menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya.

 

Bagi Yonif 10 Marinir/SBY, anugerah ini menjadi pengingat abadi bahwa setiap tugas menuntut kesiapan paripurna, setiap kepercayaan harus dijawab dengan tanggung jawab penuh, dan setiap pengabdian harus dilandasi ketulusan serta profesionalisme sebagai prajurit matra laut.

 

Di balik nama besar Prajurit Petarung Malaka, terdapat semangat pantang menyerah yang terus ditempa melalui disiplin tinggi, latihan yang keras, soliditas, dan loyalitas tanpa batas. Setiap prajurit memikul tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan satuan, mengasah kemampuan tempur, serta memastikan nilai-nilai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit tetap menjadi landasan dalam menghadapi setiap tantangan tugas.

Komandan Yonif 10 Marinir/SBY, Letkol Marinir Hariono, M.Tr.Opsla, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah amanah besar.

“Penghargaan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga kehormatan, meningkatkan profesionalisme, dan memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara. Kebanggaan ini adalah milik seluruh prajurit, dan tanggung jawab untuk mempertahankannya berada di pundak kita bersama. Jangan pernah berpuas diri, karena kehormatan sejati harus dibuktikan melalui tindakan dan pengabdian nyata,” ungkapnya.

Momentum penganugerahan Samkaryanugraha ini semakin meneguhkan tekad Prajurit Petarung Malaka untuk terus bergerak maju, memperkuat kesiapan operasional satuan, menjaga kepercayaan negara, dan melaksanakan setiap amanah dengan penuh tanggung jawab.

 

Sebab, bagi seorang prajurit Marinir, kehormatan bukan hanya tentang apa yang diterima hari ini, melainkan tentang bagaimana kepercayaan itu dijaga dan dibuktikan sepanjang perjalanan pengabdian.

 

Hari ini, kehormatan diterima. Esok dan seterusnya, pengabdian harus terus dibuktikan. Dengan semangat “Gembira, Fight and Win”, Yonif 10 Marinir/SBY berkomitmen untuk senantiasa menjaga kehormatan Korps Marinir TNI Angkatan Laut serta terus mengabdikan diri demi kejayaan bangsa dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.(RS)