Serang,- Matamedianews.co.id,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus melakukan berbagai manuver untuk menekan angka pengangguran di wilayahnya yang kini dihuni oleh sekitar 13 juta jiwa. Langkah strategis terbaru ditempuh melalui penguatan kolaborasi dengan perusahaan pelat merah, PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo), yang difokuskan pada penyerapan tenaga kerja lokal secara masif serta optimalisasi lahan perkebunan.
Sinergi antara pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini disepakati dalam pertemuan antara Gubernur Banten Andra Soni dengan manajemen PTPN IV Regional Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang pekan lalu. Pertemuan ini juga sejalan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten yang mengusung tema “Banten Bergerak Maju Berdampak”, di mana ketersediaan lapangan kerja baru menjadi salah satu indikator utamanya.
Gubernur Banten Andra Soni menyambut positif inisiatif perusahaan perkebunan tersebut dalam melibatkan masyarakat sekitar wilayah operasional. Menurutnya, pemanfaatan setiap peluang investasi dan kerja sama sangat krusial bagi perekonomian Banten saat ini.
“Alhamdulillah, hari ini kami menerima kunjungan manajemen PTPN IV. Banyak hal yang didiskusikan, salah satunya terkait bagaimana keberadaan PTPN IV di Provinsi Banten bisa menyejahterakan masyarakat,” ungkap Andra Soni seusai pertemuan tersebut.
Lebih lanjut, Andra menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri dalam menuntaskan persoalan tenaga kerja. Keterlibatan sektor korporasi menjadi kunci penting.
“Kita membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bisa menekan angka pengangguran, serta membuka peluang bagi warga Banten agar mendapatkan pekerjaan dan penghasilan. Oleh karena itu, kita harus terus memperkuat kolaborasi ini,” tegasnya.
*Peluang Kerja di Sektor Padat Karya*
Dalam implementasinya, komitmen kolaborasi ini akan langsung dieksekusi melalui pembukaan rekrutmen pekerja pemanen kelapa sawit yang diprioritaskan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
General Manager PTPN IV Regional Banten, Ardiansyah, yang hadir langsung di Serang menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga keberlangsungan operasional kebun sekaligus memberdayakan masyarakat.
“Khususnya dalam rekrutmen tenaga kerja, kami mengutamakan masyarakat setempat. Untuk memenuhi kebutuhan operasional dan regenerasi pekerja yang pensiun, kami berencana membuka rekrutmen pekerja pemanen dengan syarat batas usia maksimal 40 tahun,” jelas Ardiansyah.
Ardiansyah memaparkan bahwa saat ini PTPN IV Regional Banten mengelola lahan seluas 12 ribu hektare di kawasan Lebak dan Pandeglang. Untuk memastikan operasional berjalan lancar dengan proyeksi produksi kelapa sawit yang mencapai 19 ton per hektare pada tahun ini, kebutuhan tenaga kerja lapangan dinilai sangat besar. Ia merinci, secara rasio, setiap satu hektare lahan membutuhkan setidaknya satu orang tenaga kerja pemanen.
Selain membuka rekrutmen, kolaborasi ini juga menyasar sektor ketahanan pangan. Pemprov Banten dan PTPN IV sepakat untuk memanfaatkan lahan kelapa sawit yang saat ini sedang dalam fase penanaman ulang (replanting). Lahan yang belum menghasilkan kelapa sawit tersebut akan dikelola dengan sistem tumpang sari untuk ditanami tanaman pangan sela.
Terkait komoditas yang akan ditanam, Gubernur Andra Soni menyebutkan bahwa pemilihannya disesuaikan dengan kebiasaan dan kearifan lokal para petani di wilayah Banten. “Untuk sistem tumpang sari ini, yang sudah terbiasa ditanam oleh masyarakat Banten adalah komoditas jagung,” kata Andra
*Bagian dari Transformasi BUMN Berdampak Nasional*
Langkah strategis yang dilakukan di tingkat regional ini nyatanya merupakan bagian dari blueprint transformasi perusahaan di tingkat pusat. Dikonfirmasi di tempat terpisah di Jakarta, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah adalah manifestasi dari peran ganda BUMN.
Sebagai entitas subholding kelapa sawit terbesar di dunia, PalmCo dituntut untuk tidak hanya memacu kinerja finansial korporasi, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi (multiplier effect) secara langsung bagi masyarakat di akar rumput.
“Sebagai perusahaan negara, PTPN IV PalmCo memiliki tanggung jawab ganda: menggerakkan roda ekonomi nasional melalui industri sawit yang tangguh, sekaligus menjadi agen pembangunan di daerah operasional kami. Sinergi dengan Pemprov Banten ini adalah wujud nyata dari komitmen tersebut,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulisnya.
Jatmiko menambahkan, kolaborasi berupa rekrutmen lokal dan program tumpang sari adalah solusi cerdas dalam menjawab dua tantangan sekaligus: menekan angka pengangguran di daerah dan mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Dengan menyerap tenaga kerja lokal secara maksimal dan memanfaatkan lahan replanting untuk tanaman pangan sela, kami berharap dapat langsung menyentuh denyut nadi perekonomian masyarakat akar rumput, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkesinambungan,” pungkas Jatmiko.
Langkah kolaboratif antara Pemprov Banten dan PTPN IV PalmCo ini diharapkan dapat segera terealisasi di lapangan, sehingga target peningkatan kesejahteraan warga, khususnya di Lebak dan Pandeglang, dapat terwujud dalam waktu dekat.


