Jaga Ekosistem Perairan Sumatera, PalmCo Tebar 60 Ribu Ikan Baung dan Nila ke Sungai

Riau,- Matamedianews.co.id,- Upaya pelestarian ekosistem perairan di sekitar kawasan operasional industri kelapa sawit terus didorong. Menutupi pekan ketiga Oktober 2026, Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) melepasliarkan sedikitnya 60.000 bibit ikan air tawar jenis baung dan nila ke belasan sungai yang mengalir di wilayah Riau, Sumatera.

Penebaran puluhan ribu bibit ikan ini dilakukan melalui salah satu Regional Perusahaan secara serentak di 12 sungai yang berbatasan langsung dengan area operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Secara teknis, setiap titik lokasi sungai menerima alokasi pelepasan sekitar 5.000 bibit ikan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa langkah restocking atau penebaran kembali bibit ikan ini merupakan komitmen berkelanjutan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk memulihkan populasi fauna perairan. Ia menegaskan bahwa kelestarian ekosistem, termasuk sungai, merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari aktivitas bisnis perusahaan.

“Menjaga ekosistem perairan bukan sekadar program tambahan, melainkan bagian dari cara kami beroperasi. Selain menebar bibit ikan untuk menjaga populasi fauna dan sumber daya perikanan bagi warga, perusahaan juga aktif melakukan revegetasi melalui gerakan penanaman 1,5 juta pohon yang difokuskan pada kawasan bernilai konservasi tinggi, khususnya di area Daerah Aliran Sungai (DAS) dan sempadan sungai,” ujar Jatmiko K. Santosa.

Meski pelestarian lingkungan juga mencakup aspek darat melalui penanaman pohon, fokus menjaga kehidupan di bawah air tetap berjalan secara konsisten. Sepanjang tahun 2026, total bibit ikan yang telah ditebar oleh PTPN IV PalmCo di wilayah Riau tercatat mencapai 70.000 ekor.

Pemilihan bibit yang dilepasliarkan juga didasarkan pada pertimbangan ekologis dan ekonomis lingkungan setempat. Ikan nila dipilih karena memiliki tingkat kelangsungan hidup serta kemampuan adaptasi yang baik di lingkungan sungai. Sementara itu, ikan baung dipilih karena merupakan spesies air tawar endemik yang populer di Riau dan memiliki nilai jual kompetitif di pasar tradisional.

Dalam proses pelepasliaran di lapangan, PTPN IV PalmCo turut melibatkan partisipasi warga pesisir sungai serta perangkat pemerintahan tingkat desa dan kecamatan setempat. Keterlibatan masyarakat sejak tahap awal ini bertujuan untuk membangun sistem pengawasan lingkungan yang partisipatif dan menumbuhkan rasa kepemilikan warga terhadap kondisi sungai.

Keberadaan bibit ikan ini diharapkan mampu memotivasi masyarakat untuk merawat kualitas air dan secara kolektif menghindari metode tangkap ikan yang destruktif. Jika sungai dibiarkan sehat dan terawat, populasi baung dan nila tersebut dapat tumbuh dan memberikan manfaat langsung bagi ketahanan pangan maupun nilai tambah ekonomi masyarakat sekitar pada masa mendatang.