Dibangun Bupati Al-Farlaky, Jembatan Keude ‘Ong’ Kembali Fungsional

ACEH TIMUR – Jembatan Keude Ong yang menghubungkan Kecamatan Darul Aman dengan kawasan Nurussalam dan Bagok, Aceh Timur, kini kembali dapat dimanfaatkan masyarakat setelah dilakukan pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dibawah Kepemimpinan Bupati Iskandar Al Farlaky.

Peresmian jembatan tersebut dilakukan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., bersama Ketua TP PKK Aceh Timur Ny. Dr. Lismawani Iskandar, S.Ag., M.A., Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gampong Lhok Geulumpang itu turut dirangkai dengan santunan anak yatim dan dukungan terhadap pembangunan Masjid Baitul Hidayah.

Prosesi tepung tawar dipimpin Akhon, pimpinan Pondok Pesantren Darussa’dah, Idi Cut, bersama tokoh agama dan masyarakat setempat.

Bupati Al-Farlaky mengatakan, pembangunan jembatan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini menghadapi kendala akibat kondisi jembatan lama yang rusak parah, bahkan amblas hingga tidak dapat dilintasi.

Menurutnya, keberadaan jembatan Keude Ong sangat penting karena menjadi penghubung aktivitas warga antarkecamatan, termasuk dalam mendukung kelancaran transportasi hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat perdagangan.

“Jembatan ini bukan sekadar penghubung antardesa, tetapi juga menjadi jalur penting bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kita ingin hasil pertanian dan perkebunan warga bisa dibawa ke pasar dengan lebih lancar sehingga kegiatan ekonomi masyarakat ikut terbantu,” kata Al-Farlaky.

Ia mengatakan, pemerintah daerah juga akan melihat kebutuhan perbaikan jalan di kawasan tersebut agar manfaat pembangunan jembatan dapat dirasakan secara maksimal. Namun, upaya itu perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Karena itu, Bupati mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga jembatan dan jalan yang telah dibangun. Ia meminta kendaraan dengan muatan melebihi kapasitas jalan maupun jembatan tidak melintas karena dapat mempercepat kerusakan infrastruktur.

“Kita membangun ini menggunakan anggaran yang terbatas, sementara kebutuhan masyarakat masih banyak. Karena itu, apa yang sudah dibangun harus kita jaga bersama. Jangan sampai infrastruktur cepat rusak karena kendaraan yang tidak sesuai dengan kapasitasnya,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Al-Farlaky juga menyatakan dukungan terhadap pembangunan Masjid Baitul Hidayah di Gampong Lhok Geulumpang dengan bantuan anggaran sebesar Rp100 juta.

Dukungan tersebut diberikan sebagai bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan sarana ibadah masyarakat.

Bupati mengakui, pemerintah belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan masjid di Aceh Timur karena keterbatasan fiskal daerah, sementara jumlah masjid dan luas wilayah yang harus dilayani cukup besar.

“Kami memahami kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan masjid. Namun, dengan kondisi keuangan daerah saat ini, semuanya tidak mungkin kita penuhi sekaligus. Karena itu, pembangunan harus dilakukan secara bertahap dan kita berharap dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparatur gampong terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendorong pembangunan di berbagai sektor.

“Pembangunan Aceh Timur membutuhkan kerja sama kita semua. Pemerintah akan terus berupaya melakukan pembenahan sesuai kemampuan yang ada, sehingga manfaat pembangunan bisa dirasakan masyarakat secara merata,” tutup Al-Farlaky. (Mh)