Aceh Timur–Pemerhati Sosial Aceh, Dedi Saputra, SH meminta dinas terkait memperkuat pengawasan dan memblokir situs TikTok yang mengandung konten pornografi.
Menurut Dedi, saat ini banyak konten kreator TikTok yang rela melakukan apapun hanya demi mendapatkan gift dari penonton. Mulai dari aksi mandi malam hingga tepuk bokong.
“Banyak konten TikTok hanya mengharap gift yang diberikan, mereka rela melakukan apapun. Ada yang melakukan mandi malam, ada yang melakukan tepuk bokong. Ini sangat menciderai nilai syariat Islam di bumi Aceh, maka kami meminta bagi dinas terkait agar bisa mengontrol TikTok yang mengandung konten porno,” ujar Dedi Saputra, SH.Jumat (9/10/2026)
Ia mengungkapkan, ironisnya aksi tersebut tidak hanya dilakukan pada malam hari, tetapi juga pagi dan siang hari demi gift.
“Ironisnya lagi ada yang melakukan hal tersebut di larut malam, ada juga yang melakukan pada pagi dan siang hanya demi gift mereka mau melakukan apa saja,” ujarnya.
Masih lanjutnya, Dedi juga akan berdiskusi dengan pihak Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh untuk menyiarkan siar agama guna menyelamatkan anak bangsa dari pengaruh konten negatif.
“Ini sangat miris sekali. Bagaimana perjuangan pahlawan wanita di Aceh dahulu yang menjaga marwah, malah sekarang oknum-oknum wanita di Aceh mulai mempertontonkan lekuk tubuhnya demi gift,” pungkas Dedi.
Dedi berharap Dinas Kominfo Aceh, Satpol PP dan WH, serta Kominfo RI dapat segera bertindak memblokir akun-akun yang menyebarkan konten pornografi tersebut sebelum merusak moral generasi muda Aceh.


