Aktivis Banten Kecam Dugaan Pelanggaran K3 dalam Proyek Waduk Karian

Lebak,- Matamedianews.co.id,- Dugaan tidak dijalankannya Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proyek pembangunan Waduk Karian di Kecamatan Maja menuai kecaman keras dari kalangan aktivis.

Terjadi dugaan pelanggaran standar K3 dalam proyek Waduk Karian yang berada di bawah naungan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC) Banten. Dugaan ini diperkuat dengan adanya peristiwa tragis yang mengakibatkan meninggalnya dua orang anak warga setempat.

Read More

Pernyataan kecaman disampaikan oleh Abe, Aktivis Banten, yang menyoroti pihak pelaksana proyek serta BBWSC Banten sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengawasan.

Peristiwa meninggalnya dua anak tersebut terjadi baru-baru ini, yang kemudian memicu perhatian publik dan desakan dari berbagai pihak.

Kejadian berlangsung di area proyek Waduk Karian yang berlokasi di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

Diduga kuat peristiwa ini terjadi akibat lemahnya penerapan standar K3 di area proyek, termasuk kurangnya pengamanan lokasi yang seharusnya steril dari aktivitas masyarakat umum, khususnya anak-anak.

Kurangnya pengawasan dan pengamanan di area proyek memungkinkan masyarakat, termasuk anak-anak, mengakses lokasi berbahaya. Hal ini diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan terjadinya insiden yang merenggut nyawa dua anak tersebut.

Pernyataan Sikap:

“Saya, Abe, Aktivis Banten, mengecam keras dugaan kelalaian dalam penerapan standar K3 dalam proyek Waduk Karian. Peristiwa ini tidak hanya mencerminkan lemahnya pengawasan, tetapi juga menunjukkan kurangnya tanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat sekitar,” ungkap Abe.

Mendesak:

1. Dilakukannya investigasi menyeluruh dan transparan atas kejadian ini.

2. Pihak terkait segera mengevaluasi dan memperketat penerapan standar K3.

3. Adanya pertanggungjawaban dari pihak pelaksana proyek atas insiden yang terjadi.

4. Pemerintah dan instansi terkait memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan. Kelalaian dalam hal ini tidak dapat ditoleransi.

Related posts