Rutan Kelas IIA Batam Panen 142 Kg Sayuran, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Bertani

Rutan Kelas IIA Batam Panen 142 Kg Sayuran, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Bertani

 

 

 

Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam bersama warga binaan menunjukkan hasil panen selada dari program pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian di lahan budidaya Rutan Batam, Jalan Trans Barelang, Kota Batam, Senin (9/3/2026). Program tersebut bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.

 

 

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam kembali menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian warga binaan melalui program pertanian. Kali ini, warga binaan bersama petugas berhasil memanen sayuran berupa selada dan timun dari lahan pertanian yang berada di lingkungan Rutan Batam.

 

Kegiatan panen dilaksanakan di area pertanian Rutan Kelas IIA Batam yang terletak di Jalan Trans Barelang, Kota Batam, Senin (9/3/2026).

 

Dari kegiatan tersebut, sebanyak 65 kilogram selada dan 77 kilogram timun berhasil dipanen. Hasil panen itu merupakan buah dari kerja keras warga binaan yang secara rutin mengelola lahan pertanian di bawah pendampingan petugas pembinaan.

 

Program pertanian ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diberikan kepada warga binaan selama menjalani masa pidana.

 

Kepala Rutan Kelas IIA Batam Fajar Teguh Wibowo mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan rutan, tetapi juga memberikan keterampilan produktif bagi warga binaan.

 

Menurutnya, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika mereka kembali ke masyarakat.

 

“Program ini tidak hanya memanfaatkan lahan yang ada, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat setelah kembali ke masyarakat,” ujar Fajar.

 

 

 

Bagi sebagian warga binaan, kegiatan bertani tersebut menjadi pengalaman baru yang memberikan harapan untuk masa depan.

 

Salah seorang warga binaan yang terlibat dalam program pertanian mengaku awalnya tidak memiliki pengetahuan tentang cara bercocok tanam.

 

Namun setelah mengikuti pembinaan di Rutan Batam, ia mulai memahami proses menanam, merawat tanaman, hingga memanen sayuran.

 

“Awalnya saya tidak tahu cara bertani. Di sini kami diajarkan mulai dari menanam bibit, merawat tanaman, sampai panen. Rasanya senang ketika melihat tanaman yang kami rawat bisa dipanen,” ujarnya.

 

Ia berharap keterampilan tersebut dapat dimanfaatkan ketika nanti kembali ke tengah masyarakat.

 

“Kalau sudah bebas nanti, saya ingin mencoba bertani atau berkebun di rumah,” katanya.

 

Kegiatan pertanian ini juga dinilai mampu menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab di kalangan warga binaan.

 

Setiap hari mereka bergantian merawat tanaman, mulai dari menyiram, membersihkan lahan, hingga memastikan tanaman tumbuh dengan baik.

 

Selain itu, program ini juga menjadi sarana membangun kerja sama di antara warga binaan.

 

Dukung Program Ketahanan Pangan

 

Menurut Fajar, program pembinaan melalui pertanian juga sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan aktivitas positif bagi warga binaan.

 

Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi media pembelajaran yang efektif karena warga binaan tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan di lapangan.

 

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan agar warga binaan dapat menjalani masa pembinaan secara produktif dan memiliki bekal keterampilan setelah bebas nanti,” kata Fajar.

 

Ke depan, Rutan Batam berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan.

 

Tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga pada sektor keterampilan lain yang dapat memberikan nilai tambah serta membantu warga binaan lebih siap kembali ke masyarakat.

 

Melalui berbagai program pembinaan tersebut, diharapkan warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan yang lebih baik.

Jurnalis risma

Related posts