RELIMA Goes to Campus: Amar Salahuddin Bangun Ekosistem Literasi Mahasiswa yang Kreatif dan Profesional

Dharmasraya,- Matamedianews.co.id,- Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) Lokus Dharmasraya terus menunjukkan langkah progresif dalam membangun budaya literasi di tengah generasi muda. Melalui program bertajuk “RELIMA Goes to School and Campus”, berbagai kegiatan literasi kreatif mulai digerakkan secara masif untuk menumbuhkan minat baca, kemampuan menulis, kreativitas, hingga keterampilan komunikasi mahasiswa.

Program ini digagas oleh Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Dharmas Indonesia (Undhari), RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya, sekaligus founder Rumah Baca Marenda. Amar dikenal aktif sebagai pegiat literasi dan pembina Unit Kegiatan Mahasiswa Literasi Dara Jingga Undhari yang selama ini konsisten menghadirkan ruang-ruang literasi kreatif bagi mahasiswa dan masyarakat.

Read More

Sebagai langkah awal penguatan gerakan, Amar Salahuddin melakukan advokasi literasi bersama Rektor Universitas Dharmas Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Gunawan Ali, M.Kom., guna membangun sinergi pengembangan budaya literasi di lingkungan kampus. Pertemuan tersebut membahas berbagai program strategis untuk menjadikan kampus tidak hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga pusat gerakan literasi, kreativitas, dan pengembangan karakter mahasiswa.

Kegiatan perdana RELIMA Goes to School and Campus digelar di Perpustakaan Undhari pada Jumat, 5 Juni 2026 melalui kegiatan diskusi buku dan praktik cerdas mengulas buku. Kegiatan ini mendapat antusias tinggi dari mahasiswa karena dikemas secara interaktif, kreatif, dan aplikatif.

Tidak berhenti di sana, program literasi tersebut kemudian dilanjutkan dalam kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Dasar bagi mahasiswa angkatan 2025 Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dharmas Indonesia. Sebanyak 184 mahasiswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, Sabtu dan Minggu (7/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Amar Salahuddin tampil sebagai narasumber dengan membawakan materi tentang literasi kesehatan dan literasi teknologi, serta public speaking dan komunikasi profesional di era digital.

Menurut Amar, literasi hari ini tidak lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, menyaring informasi, membangun komunikasi, serta menciptakan inovasi di tengah derasnya arus teknologi.

“Mahasiswa harus menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, berpikir kritis, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menghadirkan gagasan-gagasan kreatif untuk masyarakat. Literasi adalah fondasi utama membangun peradaban,” ujar Amar Salahuddin di hadapan peserta.

Ia juga menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi pembelajar yang aktif, inovatif, dan berdaya saing global.

Sementara itu, Rektor Universitas Dharmas Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Gunawan Ali, M.Kom., menyambut baik dan mendukung penuh gerakan literasi yang diinisiasi RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya tersebut.

Menurutnya, kegiatan literasi seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang unggul dan siap menghadapi tantangan zaman.

“Kami sangat mengapresiasi gerakan literasi yang dibangun oleh RELIMA bersama mahasiswa. Kampus harus menjadi pusat lahirnya generasi intelektual yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki budaya baca, kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kepedulian sosial yang tinggi,” ungkap Rektor Undhari.

Dukungan penuh dari pimpinan kampus tersebut menjadi energi besar bagi penguatan ekosistem literasi di lingkungan Universitas Dharmas Indonesia.

Salah seorang peserta kegiatan, Dela Savitri, mengaku sangat terinspirasi dengan materi dan suasana kegiatan yang berbeda dari biasanya. Menurutnya, kegiatan literasi yang dikemas secara interaktif membuat mahasiswa lebih percaya diri untuk berbicara, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan diri.

“Kegiatan ini sangat membuka wawasan kami. Ternyata literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga bagaimana kita mampu berpikir, berbicara, dan berkomunikasi dengan baik di era digital. Materinya sangat menarik dan memotivasi,” ujar Dela.

Melalui program RELIMA Goes to School and Campus, RELIMA Perpusnas RI Lokus Dharmasraya berharap gerakan literasi tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi benar-benar menjadi budaya hidup generasi muda.

Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan inovasi, RELIMA terus bergerak menyalakan cahaya literasi dari kampus untuk Indonesia yang lebih cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Related posts