Matamedianews.co.id,- Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, melakukan kunjungan kerja di Kota Cilegon Banten, Kamis 5 Februari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam menjalankan instruksi Presiden terkait distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wihaji menegaskan bahwa sesuai dengan Perpres 115 Pasal 47, kader TPK memiliki tugas baru untuk mendistribusikan MBG secara spesifik kepada tiga kelompok sasaran utama (3B): ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
“Di Indonesia kita punya 597.662 TPK. Mereka diminta mendistribusikan MBG khusus untuk ibu hamil, menyusui dan balita. Saat ini, setiap harinya sudah ada 3,2 juta penerima manfaat yang terlayani oleh sekitar 51.000 kader di seluruh Indonesia,” ujar Wihaji.
Terkait kendala teknis di lapangan, Menteri Wihaji mengakui adanya beberapa dinamika, termasuk persoalan kemasan makanan yang sempat viral karena menggunakan kantong plastik. Ia memastikan pihaknya telah memberikan teguran dan edukasi kepada tim di lapangan agar kejadian tersebut tidak terulang.
“Kita edukasi, jangan diulangi lagi. Harapan kita adalah memberikan pelayanan terbaik. Terkait insentif, sudah ada juknis dari BKN bahwa setiap pengantaran (ompreng) ada biaya pengganti ongkos sebesar Rp1.000. Ini menjadi pegangan bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Indonesia,” tambahnya.
Program MBG ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam menekan angka prevalensi stunting di Indonesia. Wihaji memaparkan target pemerintah untuk menurunkan angka stunting dari 19,8% menjadi 18% di tahun ini, dengan target akhir 14% pada tahun 2029.
Selain asupan gizi, Menteri juga menyoroti pentingnya ketahanan keluarga dan kesehatan mental. Merespons kasus tragis yang menimpa anak-anak di daerah lain, ia meminta kader TPK untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis keluarga di lingkungan.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Cilegon, Robinsar mengatakan, kesiapannya mendukung penuh program pusat. Saat ini, Kota Cilegon telah mengoperasikan 35 dapur dari target 45 dapur MBG untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Kami akan sinkronkan data stunting dengan program MBG agar tepat sasaran. Selain itu, kami juga fokus pada perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Dari data 2.100 rumah tidak layak, kami targetkan selesai di masa jabatan ini,” ujar Robinsar.
Sebagai bentuk aksi nyata, dalam kunjungan tersebut Menteri Wihaji juga memberikan bantuan untuk pembangunan dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu di Cilegon.






