Kota Cilegon Masuk Program PSEL Batch 2, Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Energi

CILEGON,- Matamedianews.co.id,- Kota Cilegon resmi bergabung dalam program Percepatan Implementasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Batch 2 yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Dalam skema ini, Cilegon tergabung dalam tim Serang Raya bersama Kota Serang dan Kabupaten Serang.

Sebagai bagian dari program tersebut, Pemerintah Kota Cilegon akan mengirimkan sekitar 300 ton sampah setiap hari untuk diolah dalam sistem PSEL yang berlokasi di TPA Cilowong, Kota Serang.

Read More

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengatakan bahwa mekanisme program ini mengharuskan setiap daerah peserta menyuplai sampah sebagai bahan baku pengolahan energi. “Mekanismenya nanti kita menyanggupi pengiriman sampah 300 ton setiap hari ke TPA Cilowong,” ujar Sabri, dihubungi Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, target tersebut dinilai realistis karena volume sampah yang masuk ke TPA Bagendung di Kota Cilegon saat ini rata-rata mencapai sekitar 310 ton per hari.

Dalam skema PSEL Serang Raya, pembagian pasokan sampah dilakukan secara proporsional, yakni Kota Cilegon 300 ton per hari, Kabupaten Serang 500 ton per hari, dan Kota Serang 600 ton per hari, sehingga total pasokan sampah mencapai lebih dari 1.000 ton per hari sesuai syarat implementasi proyek.

Sabri menjelaskan, bergabungnya Kota Cilegon dalam program ini memiliki sejumlah manfaat, diantaranya dapat mengurangi beban sampah di TPA Bagendung hingga 300 ton per hari, memperpanjang umur operasional TPA, serta membantu pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi.

Selain itu, pemerintah daerah juga tidak dikenakan tipping fee atau biaya pembuangan dalam skema kerja sama tersebut, sehingga menjadi keuntungan tersendiri bagi daerah dalam pengelolaan sampah. Ke depan, Pemerintah Kota Cilegon juga akan menyiapkan sarana dan kendaraan operasional untuk mendukung pengiriman sampah menuju lokasi pengolahan di Cilowong.

Sementara itu, proses pelelangan proyek PSEL Batch 2 untuk wilayah Serang Raya direncanakan mulai pada April 2026. Melalui program ini, pengelolaan sampah di wilayah Serang Raya diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mampu mengubah sampah menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Related posts