Kinerja BPRSCM Tumbuh Positif, Wali Kota Cilegon Dorong Penguatan dan Optimalisasi Potensi Daerah

CILEGON,- Matamedianews.co.id,- Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRSCM) menunjukkan perkembangan positif dalam kinerja usahanya. Sejumlah indikator utama mengalami pertumbuhan, mulai dari aset, pembiayaan, Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga laba bersih.

Perkembangan tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Cilegon Robinsar. Menurutnya, capaian yang ditorehkan manajemen dan jajaran direksi BPRSCM merupakan momentum yang harus terus diperkuat dan ditingkatkan.

Read More

“Saya mengapresiasi kinerja yang sudah ditorehkan oleh manajemen dan jajaran direksi BPR RCM. Momentum pencapaian ini harus terus kita kuatkan dan tingkatkan,” ujar Robinsar, Selasa (11/8/2026).

Robinsar menegaskan, Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan BPRSCM. Pemkot Cilegon akan terus mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki daerah untuk mendorong pertumbuhan dan kemajuan BPRSCM.

“Pemerintah Kota Cilegon akan terus mensupport 100 persen dan mengoptimalkan segala potensi yang kita miliki untuk mendongkrak kemajuan BPR,” katanya.

Ia berharap penguatan kinerja BPRSCM dapat terus mendorong peningkatan aset dan laba perusahaan. Menurut Robinsar, peningkatan tersebut nantinya juga akan memberikan manfaat bagi pemerintah daerah apabila BPRSCM telah kembali dalam kondisi yang sehat secara utuh.

“Harapannya laba dan aset semakin meningkat. Setelah BPR ini sehat seutuhnya, hasilnya juga akan kembali kepada pemerintah dalam bentuk dividen,” ungkapnya.

Aset BPRSCM Meningkat Menjadi Rp161,5 Miliar

Sementara itu, Direktur Utama BPRSCM Muhammad Yoka Desthuraka menyampaikan bahwa pertumbuhan kinerja terlihat dari sejumlah indikator utama. Dari sisi aset, BPRSCM mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp125,6 miliar menjadi Rp161,5 miliar.

Pertumbuhan juga terjadi pada pembiayaan yang meningkat dari Rp111,9 miliar menjadi sekitar Rp146 miliar.

“Kalau melihat dari beberapa indikator, memang ada growth. Salah satunya aset dari Rp125,6 miliar menjadi Rp161,5 miliar,” jelas Yoka.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terdiri atas tabungan dan deposito juga mengalami pertumbuhan. DPK BPRSCM meningkat dari Rp80,9 miliar menjadi Rp121,2 miliar.

Dari sisi profitabilitas, laba margin bersih BPRSCM juga mengalami peningkatan, dari sebelumnya sekitar Rp681 juta menjadi Rp1,2 miliar.

Yoka mengatakan, peningkatan tersebut menjadi salah satu tolok ukur pertumbuhan BPRSCM, baik dari sisi aset, pembiayaan, penghimpunan dana masyarakat maupun laba bersih.

“Ini menjadi salah satu tolak ukur pertumbuhan BPRSCM, baik dari sisi aset, pembiayaan, penghimpunan dana masyarakat maupun laba bersih,” ujarnya.

Meski demikian, Yoka menyampaikan bahwa sejumlah data tersebut masih dalam proses pencocokan dan verifikasi internal. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan data yang disampaikan kepada publik akurat dan sesuai dengan laporan keuangan BPRSCM.

Dukung Perekonomian Masyarakat

Pemerintah Kota Cilegon berharap pertumbuhan BPRSCM dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

Sebagai lembaga keuangan milik daerah, BPRSCM diharapkan dapat memperkuat perannya dalam memberikan akses pembiayaan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penguatan kinerja BPRSCM juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Cilegon dalam mengoptimalkan aset dan potensi daerah agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan penguatan tata kelola serta manajemen perusahaan, BPRSCM diharapkan semakin sehat, berkembang dan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi Kota Cilegon.

Pada akhirnya, peningkatan kinerja BPRSCM diharapkan tidak hanya memperkuat keberlanjutan perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi bagi Pemerintah Kota Cilegon melalui dividen setelah kondisi BPRSCM kembali sehat secara utuh.

Related posts