​Sering Bonceng Anak di Depan Motor? Simak 7 Tips Aman dari Instruktur Safety Riding Honda 

​Sering Bonceng Anak di Depan Motor? Simak 7 Tips Aman dari Instruktur Safety Riding Honda

​BATAM — PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda Kepri) kembali mengingatkan para orang tua untuk tidak membonceng anak di bagian depan sepeda motor. Kebiasaan yang kerap dianggap praktis ini justru menyimpan potensi bahaya besar karena dapat merusak kendali pengendara serta meningkatkan risiko cedera saat terjadi pengereman mendadak maupun kecelakaan.

​Himbauan ini disampaikan melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman, yang berfokus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tata cara membawa anak yang benar dan aman saat berkendara.

​Safety Riding Instructor Main Dealer Capella Honda Kepri, Christofer Valentino, mengungkapkan bahwa banyak orang tua menempatkan anak di depan pengendara agar anak bisa menikmati pemandangan atau sekadar alasan kepraktisan.

​”Padahal, posisi tersebut sangat berisiko. Anak bisa terbentur saat pengereman mendadak, mengganggu kendali sepeda motor, bahkan mengurangi fokus pandangan pengendara,” jelas Christofer.

​Untuk menekan risiko bahaya, Christofer membagikan 7 hal penting yang wajib diperhatikan orang tua saat membawa anak mengendarai sepeda motor:

​Gunakan Helm SNI yang Pas: Anak wajib memakai helm berstandar SNI dengan ukuran yang sesuai. Baik pengendara maupun pembonceng memiliki risiko cedera yang sama besarnya.

​Duduk Tegak di Belakang: Anak harus duduk di jok belakang dengan posisi tegak, menempel pada tubuh pengendara, dan memeluk/berpegangan dengan baik agar keseimbangan terjaga.

​Pastikan Postur Fisik Memadai: Kaki anak harus sudah bisa menjangkau pijakan kaki (footstep) dan tangannya mampu memegang pengendara dengan kuat. Jika perlu, gunakan sabuk pembonceng khusus anak sebagai perlindungan ekstra.

​Hindari Akselerasi dan Pengereman Mendadak: Refleks dan keseimbangan anak belum sekuat orang dewasa. Perubahan kecepatan secara tiba-tiba meningkatkan risiko anak terlempar atau jatuh.

​Kendalikan Kecepatan dan Manuver: Sesuaikan kecepatan dengan situasi lalu lintas, jaga jarak aman, dan hindari manuver yang berisiko.

​Perhatikan Durasi dan Cuaca: Istirahatlah sejenak jika melakukan perjalanan jauh agar anak tidak kelelahan atau terpapar cuaca buruk terlalu lama.

​Jalin Komunikasi Selama Perjalanan: Tetap ajak anak berbicara untuk memastikan ia tidak mengantuk, haus, atau kelelahan di jalan.

​Christofer menekankan bahwa keselamatan anak berawal dari perilaku berkendara orang tua di jalan raya.

​”Saat membawa anak, tanggung jawab kita menjadi lebih besar. Karena itu, selalu terapkan budaya #Cari_Aman, patuhi peraturan lalu lintas, dan utamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” tegasnya.

​Senada dengan hal tersebut, Sales Manager Main Dealer Capella Honda Kepri, Duri Yanto, menambahkan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama seluruh anggota keluarga.

​”Edukasi keselamatan bukan hanya tentang mematuhi aturan lalu lintas, tetapi juga membangun kebiasaan yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga,” kata Duri.

​Capella Honda Kepri berkomitmen untuk terus menyebarkan edukasi keselamatan berkendara #Cari_Aman secara berkelanjutan melalui berbagai pelatihan safety riding serta sosialisasi kepada komunitas dan sekolah-sekolah di Kepulauan Riau.(Risma)

Related posts