Pelayanan ASDP Punggur Dikeluhkan, Masyarakat Kepri Desak Pengelolaan Pelabuhan Diambil Alih BP Batam Demi Layanan 24 Jam

Pelayanan ASDP Punggur Dikeluhkan, Masyarakat Kepri Desak Pengelolaan Pelabuhan Diambil Alih BP Batam Demi Layanan 24 Jam

 

 

Batam – Pelayanan penyeberangan di Pelabuhan ASDP Punggur, Batam, kembali menuai keluhan dari masyarakat Kepulauan Riau (Kepri). Jam operasional yang terbatas dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya penumpang tujuan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan.

Sejumlah pengguna jasa mengaku kecewa karena pelabuhan tersebut belum melayani penyeberangan selama 24 jam. Kondisi ini disebut kerap menghambat aktivitas warga, terutama bagi mereka yang memiliki kepentingan mendesak di luar jam operasional pelabuhan.

“Kami sangat kecewa dengan pelayanan di Pelabuhan Punggur ini. Jam operasionalnya terbatas. Kalau ada urusan mendesak ke Tanjung Uban pada malam hari, kami tidak bisa menyeberang. Ini sangat menghambat,” ujar salah seorang penumpang, Senin (6/1/2026).

Keterbatasan layanan tersebut juga dinilai berdampak pada perekonomian daerah. Pelabuhan RORO Punggur merupakan salah satu akses vital penghubung Batam–Bintan yang menunjang pergerakan orang dan barang. Namun, hingga kini pelayanan yang tersedia dianggap belum maksimal.

Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat Kepri mulai menyuarakan desakan agar pengelolaan Pelabuhan RORO Punggur dialihkan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam. Mereka meyakini BP Batam memiliki pengalaman, kapasitas, serta sumber daya yang lebih memadai untuk mengelola pelabuhan secara profesional dan beroperasi penuh selama 24 jam.

Menurut masyarakat, BP Batam selama ini telah terbukti mampu mengelola sejumlah pelabuhan dan infrastruktur strategis di Batam dengan baik. Dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi, koordinasi antarinstansi diyakini akan berjalan lebih efektif sehingga kualitas pelayanan publik dapat meningkat.

“BP Batam sudah terbukti berpengalaman. Kalau dikelola BP Batam, kami yakin pelayanan bisa lebih baik dan tidak lagi dibatasi jam operasional,” ungkap warga lainnya.

Masyarakat berharap aspirasi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Lambannya peningkatan pelayanan di Pelabuhan Punggur dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pengelola pelabuhan saat ini.

Pengambilalihan pengelolaan Pelabuhan RORO Punggur oleh BP Batam diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kualitas layanan, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kepri secara berkelanjutan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak ASDP Punggur belum dapat dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat tersebut.

 

 

Jurnalis risma

Matamedianews.co.id

Related posts